Gus Nur Kecewa! Eggi Sudjana–Damai Hari Lubis Dianggap Kalah Telak Usai Sowan ke Jokowi
Reaksi datang dari Sugi Nur Raharja, atau yang akrab disapa Gus Nur. Ia menyoroti langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menyambangi kediaman Presiden Joko Widodo di Solo. Gus Nur, mantan terpidana kasus ijazah yang dulu sempat dibela oleh Eggi, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Meski begitu, ia enggan mencap Eggi sebagai pengkhianat.
Rupanya, Gus Nur masih mencoba memahami kondisi Eggi yang belakangan harus rutin berobat ke luar negeri. Mungkin itu alasannya, pikir Gus Nur, sehingga Eggi merasa perlu menekan egonya. Namun, sikap yang sama tak ia berikan untuk Damai Hari Lubis. Kontak sang pengacara langsung ia blokir tanpa ampun. Menurut Gus Nur, keduanya jelas-jelas kalah telak dalam pertemuan itu.
"Inilah dunia," ujar Gus Nur. Segalanya bisa berubah. Hitam bisa jadi putih, dan sebaliknya.
Namun begitu, ia mengakui satu hal: ini adalah keahlian rezim Jokowi. Sebuah strategi pecah belah yang ia anggap sangat khas. Gus Nur dengan tegas membedakan antara Jokowi sebagai pribadi dan rezim yang dipimpinnya. Dan terhadap yang terakhir ini, trauma yang ia rasakan sangat mendalam.
Trauma itu bukan tanpa alasan. Gus Nur lalu bercerita tentang dua pengalaman pahit yang membuatnya sangat berhati-hati.
Pertama, soal penandatanganan permintaan maaf. Waktu itu, ia dikibuli. Diminta tanda tangan sebuah dokumen yang katanya bersifat tertutup, tidak untuk dipublikasikan. Tapi apa yang terjadi? Belum lagi ia sampai di rumah, tanda tangannya sudah menyebar luas di media sosial. Ia merasa dibohongi habis-habisan.
Pengalaman itulah yang kini ia jadikan lensa untuk melihat "sowan" Eggi dan Damai. Gus Nur menduga, Eggi pasti juga menginginkan pertemuannya dengan Jokowi itu tidak dipublikasikan. Kenyataannya? Belum lagi Eggi tiba di rumah, berita soal pertemuan itu sudah ramai di mana-mana. Kesia-siaan Eggi dalam menjawab pertanyaan wartawan, yang terlihat plintat-plintut, dianggap Gus Nur sebagai bukti ketidaksiapannya.
Kedua, ada tawaran yang menggiurkan. Seorang sahabatnya yang merupakan pendukung Jokowi, mengajak Gus Nur untuk ikut sowan. Tujuannya, katanya, untuk melihat langsung ijazah sang presiden. Tak cuma itu, dijanjikan pula ganti rugi miliaran rupiah atas segala "kezaliman" yang ia alami dari rezim.
Tawaran itu ditolaknya mentah-mentah.
Gus Nur sudah mengharamkan diri sendiri untuk bertemu dengan Jokowi. Ia ogah berkompromi. Bahkan, sekalipun semua orang di dunia ini pada akhirnya menyambangi rumah itu, ia memastikan dirinya tidak akan ikut. Apalagi hanya untuk sekadar melihat ijazah "Jokowi berkacamata" yang, dalam pandangannya, bukanlah Presiden ketujuh Republik Indonesia yang sah.
Penulis: Erizal
Artikel Terkait
Empat Pelajar SMK di Lampung Barat Temukan Celah Keamanan Sistem Digital NASA, Diakui sebagai White Hacker Dunia
Trabzonspor Lolos ke Babak Berikutnya Piala Turki Usai Kalahkan Samsunspor Lewat Adu Penalti
Pabrik Minyakita di Sidoarho Curangi Takaran, Isi Jeriken 5 Liter Hanya 4,3 Liter
Persebaya Surabaya Hentikan Tren Negatif dengan Kemenangan 2-0 atas Malut United