Kabut masih menyelimuti perbukitan di sekitar Gunung Bulusaraung, Senin (19/1) lalu, ketika Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tiba di posko utama pencarian. Lokasinya di halaman kantor Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep. Di sinilah, di posko induk Tim Advance Jungle Unit (AJU) itu, seluruh operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan itu dikoordinasikan.
Dia tak sendirian. Dalam kunjungannya, Menhub Dudy didampingi Kabasarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii dan sejumlah perwakilan Forkopimda Sulsel. Kunjungan ini lebih dari sekadar formalitas; sebuah tinjauan langsung ke jantung operasi yang telah berjalan tiga hari.
“Kami di sini untuk melihat langsung kerja tim rescue dan search Basarnas,” kata Dudy kepada awak media yang menunggu di lokasi.
Ia menekankan, koordinasi antara Basarnas, Pemda, TNI, Polri, dan semua pihak berjalan solid. Fokus utama saat ini jelas: pencarian dan evakuasi korban. Semua upaya, menurutnya, dikomandoi langsung oleh Basarnas.
“Kita berharap Tim SAR masih bisa menemukan para korban ini dengan selamat,” ucapnya, menyampaikan harapan yang mungkin terasa berat di tengah medan sulit.
Harapan itu diakui tak mudah diwujudkan. Cuaca di sana memang keras, sering diguyur hujan dan diselimuti kabut tebal. Belum lagi medannya, berupa jurang dan hutan yang curam. Kendala nyata yang dihadapi para personel di lapangan.
“Saya melihat kondisi wilayah di sini cukup ekstrem cuacanya,” tambah Dudy. “Jadi kita sangat berharap teman-teman di lapangan bisa bekerja dengan baik, sambil selalu memperhatikan keselamatan mereka sendiri.”
Tak lupa, di kesempatan itu dia menyampaikan apresiasi mendalam. Terima kasihnya ditujukan untuk seluruh personel SAR yang telah bertahan hingga hari ketiga dalam misi kemanusiaan ini.
“Pada kesempatan ini saya menyampaikan banyak terima kasih atas kerja sama yang baik dalam upaya pencarian dan penyelamatan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
SP3 Ijazah Palsu Dikritik: Cacat Hukum hingga Langgar Aturan Internal Polri
Cek Kesehatan Gratis Buka Borok: Hanya 3% Penderita Hipertensi yang Tekanannya Terkendali
Di Balik Keramaian Braga, Langkah Tegar Nenek Emi dan Plastik Tisunya
Mahasiswi UB Terluka Parah Usai Lompat dari Jembatan Suhat Malang