"Benturannya sangat kuat," kata Moreno. Ia khawatir masih ada jenazah lain yang tertimbun reruntuhan. Untuk itu, alat berat terpaksa digunakan untuk membongkar dan memotong badan kereta yang hancur lebur.
Menurut Menteri Transportasi Oscar Puente, sebagian besar korban berada di dua gerbong depan kereta Renfe. Sementara itu, operator rel Adif cuma menyebutkan fakta sederhana: Kereta Iryo 6189 keluar jalur dan menabrak jalur sebelah, menyebabkan kereta Madrid–Huelva anjlok.
Yang bikin banyak pihak geleng-geleng, kecelakaan ini terjadi di lintasan lurus yang justru baru diperbarui Mei lalu. Puente sendiri menyebut insiden ini "sangat aneh". Penyebab pastinya masih diselidiki.
Korban selamat menggambarkan kepanikan saat itu. Maria San José (33), salah seorang penumpang, mengaku masih gemetar. "Banyak yang terluka. Saya masih gemetar," tuturnya kepada El Pais.
Kisah serupa datang dari jurnalis TVE, Salvador Jimenez, yang kebetulan berada di kereta Iryo. Ia melihat sendiri bagaimana penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca jendela menggunakan palu darurat.
Kereta Iryo sendiri mengangkut lebih dari 300 penumpang, sementara kereta Renfe sekitar 100 orang. Imbas dari tragedi ini, seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia untuk sementara dihentikan. Rute yang biasanya ramai itu kini sunyi, menunggu kepastian dan duka yang belum benar-benar usai.
Artikel Terkait
DPR Siapkan Revisi UU Pemilu, Respons Putusan MK yang Menumpuk
Prasetyo Hadi: e-Voting Perlu Kajian Mendalam, Jangan Asal Tiru Negara Lain
Dasco Buka Peluang E-Voting di Pemilu, Tapi Ingatkan Bahaya Kreativitas Hasil
Kumparan Rayakan 9 Tahun dengan Live Seru dan Hadiah Rp 99 Juta