Di sisi lain, pendekatan yang berbeda datang dari Nusa Tenggara Barat. Mereka lebih mengandalkan data. Dengan mengacu pada perolehan suara Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang mencapai 850 ribu suara lebih, NTB menetapkan target bulat: satu juta suara untuk konsolidasi KTA mereka. Sebuah hitungan yang realistis, berdasarkan pijakan angka sebelumnya.
Daerah lain pun tak kalah bersemangat. Sumatera Barat, misalnya, mengejar 200 ribu KTA dalam kurun dua tahun. Target popularitasnya bahkan lebih tinggi, yakni 60 persen. Sementara Kalimantan Selatan menatap 500 ribu anggota dengan elektabilitas 51 persen. Aceh, dengan karakteristiknya, fokus pada pembentukan 100 ribu kader inti.
Lalu, bagaimana dengan Papua Tengah? Wilayah ini menetapkan target 20.000 KTA. Angka yang mungkin terlihat lebih kecil dibanding Jawa Barat, tapi tentu saja disesuaikan dengan kondisi dan jumlah penduduk di sana.
Hingga awal tahun ini, catatan yang ada menunjukkan Gerakan Rakyat telah merekrut 20.000 anggota yang telah memiliki KTA. Baru-baru ini, tepatnya pada 18 Januari, mereka juga mengukuhkan 780 kader melalui Kelas Kader di Bekasi. Sebuah langkah awal sebelum mengejar target-target besar yang telah digaungkan.
Artikel Terkait
Kilang Balikpapan dan Klaim Penghematan Rp 60 Triliun: Antara Optimisme dan Keraguan
Imigrasi Bongkar Sindikat Penipuan Cinta Pakai AI, Targetkan Warga Korea
Menhub Tinjau Langsung Pencarian di Medan Ekstrem Gunung Bulusaraung
Imigrasi Bongkar Sindikat Penipuan Cinta Online, 27 WNA Diamankan di Tangerang