Suasana di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Ahad (18/1/2026) itu cukup tegang sekaligus penuh harap. Di situlah, setelah melalui sidang pleno yang dihadiri perwakilan dari 38 provinsi, ormas Gerakan Rakyat akhirnya memutuskan untuk bertransformasi. Mereka resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru.
Nama yang dipilih sederhana saja: Partai Gerakan Rakyat. Melalui voting elektronik yang diikuti 403 peserta, Sahrin Hamid terpilih sebagai Ketua Umum untuk periode 2026-2031. Hasilnya? Hampir bulat, dengan persetujuan mencapai 98 persen.
Dalam pidato perdananya, Sahrin langsung menegaskan posisi partainya. Suaranya lantang dan penuh keyakinan.
Target mereka jelas dan ambisius. Partai ini berharap bisa segera terdaftar di Kemenkumham pada Februari 2026 mendatang. Untuk itu, mereka harus memenuhi syarat kepengurusan yang ketat: 100 persen di tingkat provinsi, 75 persen di kabupaten/kota (atau 402 daerah), dan 50 persen di kecamatan se-Indonesia. Itu berarti mereka harus membangun 3.069 DPC dalam waktu yang relatif singkat.
Artikel Terkait
Malam Kelam di Kafe Kartini: Seorang Pemuda Tewas Ditikam, Pelaku Remaja Ditangkap di Parapat
SBY Berbicara: Kekhawatiran Mantan Presiden Soal Bayangan Perang Dunia Ketiga
Foto Lawas Jokowi Beredar, Netizen Soroti Perbedaan dengan Foto Ijazah
Ustaz Adi Hidayat: Pejabat yang Khusyuk Salatnya Takkan Berani Korupsi