Kecelakaan ini bermula dari penerbangan yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1) pagi. Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT itu seharusnya mendarat sekitar pukul 12.22 WITA. Namun, tak lama setelah petugas ATC Makassar memberi instruksi untuk menyesuaikan jalur pendaratan, pesawat justru melewati titik yang ditentukan.
Kontak pun terputus.
Perkiraan titik hilangnya berada di koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT, wilayah udara perbatasan Maros dan Pangkep. Perkembangan terakhir, tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung yang curam. Mereka juga menemukan satu korban laki-laki di lokasi.
Evakuasi masih berlangsung, sementara upaya identifikasi untuk kesepuluh orang di dalam pesawat dimulai dari Bogor, dengan harapan bisa memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.
Artikel Terkait
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri
Dari Daster ke Imperium: Kisah Arif Muhammad dan Kerajaan Mak Beti
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Noe Letto di Wantimpres: Penunjukan Strategis atau Strategi Penjinakan?