Di kediaman keluarga di Caringin, Bogor, suasana haru menyelimuti proses pengambilan sampel DNA. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mendatangi rumah keluarga Esther Aprilita S., pramugari pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban musibah di Gunung Bulusaraung, Maros.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi hal ini.
ujarnya, seperti dilaporkan Antara, Minggu (18/1).
Menurut Hendra, langkah ini bukan sekadar formalitas. Pengambilan data antemortem dan sampel DNA itu merupakan bagian krusial dari identifikasi korban secara ilmiah. Prosesnya dilakukan dengan penuh kehati-hatian di rumah duka.
Artikel Terkait
Zaman Dajjal Kecil: Saat Kebenaran dan Kepalsuan Tak Lagi Bisa Dibedakan
Duka di Rumah Masa Kecil Yoga, Korban Pesawat Hilang Kontak
Di Balik 790 Mata yang Menatap: Kisah Shelter Bekasi yang Jadi Harapan Terakhir Kucing Jalanan
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi