Prabowo Tanya-tanya soal Armco, Jembatan Darurat untuk 318 Titik Putus di Sumatera

- Senin, 08 Desember 2025 | 00:36 WIB
Prabowo Tanya-tanya soal Armco, Jembatan Darurat untuk 318 Titik Putus di Sumatera

Rencana perbaikan akses di wilayah bencana Sumatera mulai menemukan bentuknya. Dari Aceh, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengumumkan bakal membangun jembatan armco untuk menyambung ratusan ruas jalan yang terputus akibat banjir dan longsor. Ia menyampaikan hal ini dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu lalu.

Angkanya cukup besar. Menurut Maruli, ada sekitar 318 jembatan yang putus dan perlu segera ditangani. Solusi yang diambil adalah jembatan armco, struktur berbahan ring baja yang dikenal lebih cepat pemasangannya.

"Mengenai jembatan tadi 318, kami sudah koordinasi dengan (Kementerian) PU menggunakan jembatan armco yang menggunakan ring seperti baja, Pak," ujar Maruli.

Alasannya sederhana: kecepatan. Dengan kondisi darurat, material yang bisa cepat terpasang adalah prioritas. Bahan-bahannya sendiri rencananya akan segera dikirim dari Jakarta.

Namun begitu, penyebutan "armco" sempat memancing keingintahuan Presiden Prabowo. Namanya yang mirip dengan raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, jadi bahan tanya.

"Aramco yang kayak perusahaan minyak ya? di Saudi? Ada hubungan apa itu? punya hubungan apa sama Saudi?" tanya Prabowo sambil tertawa kecil.

"Bisa berapa meter lebarnya?" lanjutnya.

Maruli pun menjawab. Jenis jembatan ini, katanya, cukup fleksibel. Bisa dibangun untuk kebutuhan yang lebar sekalipun.

"Jembatan besar juga bisa, Pak, ring sampai diameter 5 meter sudah ada, Pak," jawabnya.

Meski punya kapasitas untuk yang besar, fokusnya tetap pada perbaikan titik-titik kecil yang jumlahnya banyak. Jembatan armco ini dianggap cocok untuk menambal sambung akses yang terputus di banyak lokasi.

"Tapi kelihatannya ini kebanyakan kecil-kecil, Pak. Kalau sudah besar pasti mintanya bailey, Pak. Jadi kalau diameter 3 (meter) kita susun itu bisa cukup panjang jadi, Pak. Kami nanti akan memastikan ke keamanannya dengan Kementerian PU, Pak," tutur Maruli.

Target Perbaikan 2 Minggu

Seluruh proses perbaikan ini dikebut. Sebelumnya, Prabowo sudah menetapkan target ambisius: semua jembatan yang rusak harus beres dalam satu hingga dua minggu. Tak main-main, ia langsung menunjuk KSAD Maruli Simanjuntak untuk memimpin satuan tugas khusus.

“Saya tunjuk nanti KSAD sebagai Satgas percepatan perbaikan jembatan, untuk membantu PU dan Pemerintah Daerah,” tegas Prabowo saat meninjau langsung Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen.

Jadi, dalam hitungan hari ke depan, geliat perbaikan infrastruktur darurat di Sumatera dipastikan akan semakin masif. Waktunya memang sangat terbatas, tapi targetnya jelas: pulihkan konektivitas secepat mungkin.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar