Di sisi lain, ada sedikit catatan tentang gencatan senjata yang sempat diberlakukan. Perjanjian yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025 itu ternyata tak sepenuhnya menghentikan kekerasan. Faktanya, setidaknya 464 warga Palestina masih tewas setelahnya, dengan korban luka mencapai 1.275 orang. Gencatan senjata seolah hanya jeda sebentar di tengah hiruk-pikuk yang berkepanjangan.
Di tengah semua ini, musim dingin yang keras turut memakan korban. Kementerian Kesehatan juga mengumumkan kabar duka lainnya: seorang bayi berusia hanya 27 hari meninggal dunia akibat cuaca ekstrem.
Dengan tambahan ini, setidaknya delapan anak telah menjadi korban keganasan musim dingin sejak awal musim ini. Sebuah tragedi di dalam tragedi.
Artikel Terkait
Kapolri Apresiasi Sinergi Forkopimda Jabar, 168 Rumah Dibangun untuk Warga Kurang Mampu
KPK Bantah Pengakuan Bupati Fadia Soal Fokus Urusan Seremonial
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim
Kampoeng Popsa di Losari Jadi Destinasi Favorit Sahur hingga Subuh