Di sisi lain, ada sedikit catatan tentang gencatan senjata yang sempat diberlakukan. Perjanjian yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025 itu ternyata tak sepenuhnya menghentikan kekerasan. Faktanya, setidaknya 464 warga Palestina masih tewas setelahnya, dengan korban luka mencapai 1.275 orang. Gencatan senjata seolah hanya jeda sebentar di tengah hiruk-pikuk yang berkepanjangan.
Di tengah semua ini, musim dingin yang keras turut memakan korban. Kementerian Kesehatan juga mengumumkan kabar duka lainnya: seorang bayi berusia hanya 27 hari meninggal dunia akibat cuaca ekstrem.
Dengan tambahan ini, setidaknya delapan anak telah menjadi korban keganasan musim dingin sejak awal musim ini. Sebuah tragedi di dalam tragedi.
Artikel Terkait
Zaman Dajjal Kecil: Saat Kebenaran dan Kepalsuan Tak Lagi Bisa Dibedakan
Duka di Rumah Masa Kecil Yoga, Korban Pesawat Hilang Kontak
Di Balik 790 Mata yang Menatap: Kisah Shelter Bekasi yang Jadi Harapan Terakhir Kucing Jalanan
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi