"Tim SAR memastikan upaya evakuasi akan terus dilakukan tanpa henti hingga seluruh kru dan penumpang berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lereng Gunung Bulusaraung," tegas Andi Sultan.
Namun begitu, jalan menuju lokasi kejadian sama sekali tidak mudah. Tim darat yang sudah berada di area melaporkan kendala yang sangat berat. Medan pegunungan karst Bulusaraung terkenal kejam; batuan tajam dan tebing yang hampir vertikal menjadi penghalang alam yang menakutkan. Belum lagi kabut tebal yang turun-tengah, menyelimuti hutan dan mempersempit jarak pandang hingga hanya beberapa meter.
Menyadari risikonya, evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tim memilih jalur pendakian yang paling aman, meski itu artinya proses akan memakan waktu lebih lama. Keselamatan para penyelamat sendiri tak boleh diabaikan.
Hingga saat ini, sekitar 500 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, hingga relawan berkumpul dan bersiaga di posko utama Desa Tompobulu. Mereka bekerja dalam tim-tim kecil, bergerak bertahap untuk memastikan asesmen di titik kejadian berjalan akurat dan aman.
Di tengah segala upaya teknis itu, pihak berwenang juga menyelipkan harapan. Mereka meminta doa dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi ini bisa berjalan lancar. Agar setiap korban dapat ditemukan dan dipulangkan kepada keluarga yang menunggu dengan hati berat.
Artikel Terkait
Hands Off Greenland: Warga Nuuk dan Denmark Serukan Kedaulatan di Tengah Dinginnya Politik
KUHAP Baru: Kekuasaan Polisi Menggurita, Perlindungan Warga Tergerus
Pernikahan Sekretaris Pribadi Prabowo Dihadiri Deretan Elite Politik
Krisis Wibawa Guru: Ketika Pendidikan Kehilangan Ruhnya