Suasana hening peringatan Isra Miraj di Desa Parangharjo, Banyuwangi, tiba-tiba berubah riuh. Sebuah video yang beredar Jumat lalu menunjukkan panggung yang semula untuk pengajian, kini diisi oleh biduan dangdut dengan pakaian ketat. Tak hanya joget, aksi sawer pun terjadi di atas panggung. Video singkat itu langsung viral dan memicu gelombang kecaman.
Banyak warganet yang geram. Mereka menilai hiburan semacam itu sama sekali tidak pantas, apalagi dalam acara yang seharusnya sakral seperti peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Sorotan publik pun mengarah ke panitia penyelenggara di desa yang terletak di Kecamatan Songgon itu.
Menanggapi hal ini, Ketua Panitia, Muhammad Hadiyanto, mengaku ada kekhilafan. Saat dimintai klarifikasi di Polsek Songgon, ia berusaha menjelaskan kronologinya.
"Acara inti sudah selesai sepenuhnya. Para ustadz dan tokoh agama juga sudah pulang semua. Hiburan dangdut itu cuma untuk kami-kami, panitia, yang lagi membereskan barang dan lokasi," ujar Hadiyanto.
Namun begitu, ia dan panitia menyadari dampaknya. Mereka paham betul, penampilan itu menimbulkan persepsi yang buruk di mata masyarakat luas. "Kami minta maaf sebesar-besarnya. Tidak ada sama sekali niat kami untuk menodai acara keagamaan," tegasnya.
Permohonan maaf secara terbuka itu disampaikan setelah video terus menyebar. Panitia tampaknya tak menyangka, hiburan kecil untuk kalangan internal justru berujung pada kontroversi yang merusak citra peringatan yang mereka selenggarakan.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday