Isu gagal operasi plastik yang sempat ramai di media sosial akhirnya dibantah tegas oleh Rossa. Penyanyi yang karirnya sudah melintasi tiga dekade itu angkat bicara dalam sebuah podcast bersama Ivan Gunawan. Intinya sederhana: kabar itu sama sekali tidak benar.
Menurut Rossa, logika sederhana saja sudah cukup membantahnya. Ia punya jadwal yang nyaris mustahil menyisakan waktu untuk proses pemulihan operasi semacam itu. "Kalau misalnya operasi itu kan butuh waktu untuk down time. Bisa sebulan, dua bulan. Sedangkan aku setiap hari Senin ada di TV secara live," ujarnya.
Suaranya terdengar datar, tapi sebenarnya ia mengakui dampak emosional dari fitnah itu cukup dalam. Di satu titik, hujatan yang bertubi-tubi sempat membuatnya goyah dan mempertanyakan diri sendiri. "Ada saatnya aku sempat percaya, ‘Eh, emang aku sejelek itu ya?’ Astaghfirullah, sumpah bener," ungkap Rossa dengan jujur.
Perasaan itu bahkan sempat merembet ke kepercayaan dirinya untuk tampil. Bayangkan, setelah puluhan tahun menghibur, tiba-tiba merasa tak layak lagi berada di layar kaca. Sungguh ironis.
Namun begitu, Rossa memilih untuk tidak larut. Ia mencoba memandangnya dari sisi lain. "Daripada aku sedih, aku jadiin ini mungkin sebuah cobaan dalam karier aku. Kita juga nggak bisa bikin semua orang happy," katanya. Itu semacam mekanisme bertahan, sebuah cara untuk tetap waras di tengah omongan yang tak bisa dikendalikan.
Di sisi lain, dukungan dari para penggemar setianya menjadi penyeimbang yang ia syukuri. Mereka solid dan, untungnya, tak terpancing untuk ikut berkomentar kasar. Kini, fokus Rossa lebih pada kesehatan dan terus berkarya.
Meski berusaha tak ambil pusing, Rossa bukan berarti diam saja. Sebelumnya, ia sudah mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun yang diduga menyebarkan fitnah terkait isu tersebut. Tindakan tegas itu menunjukkan bahwa meski ia berusaha kuat di dalam, perlindungan dari luar tetap diperlukan.
Artikel Terkait
Salon Kecantikan di Yogyakarta Jadi Ruang Pemulihan dan Dukungan bagi ODGJ
Sholawat Haji dan 7 Amalan Lain yang Pahalanya Disejajarkan dengan Ibadah Haji
Ruben Onsu Dilaporkan Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar
Pemerintah Jatim dan Industri Bahas Penyelarasan Kurikulum Vokasi dengan Kebutuhan Pasar