Remaja 18 Tahun Tewas dalam Tabrakan Truk dan Motor di Poros Maros-Pangkep

- Kamis, 23 April 2026 | 09:00 WIB
Remaja 18 Tahun Tewas dalam Tabrakan Truk dan Motor di Poros Maros-Pangkep

Rabu sore (22/4/2026) lalu, jalan poros Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan mendadak mencekam. Sebuah kecelakaan fatal terjadi tepat di depan SPBU Kasuarrang, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau. Menurut keterangan, insiden ini terjadi sekitar pukul empat sore waktu setempat.

Tabrakan keras itu melibatkan sebuah truk Mitsubishi Center dan sepeda motor Yamaha Mio Soul GT. Sayangnya, pengendara motor itu tak terselamatkan. Ia tewas di tempat kejadian.

Korban diketahui bernama Yunita, seorang remaja 18 tahun asal Dusun Sabanga, Desa Bonto Bahari. Ia mengalami luka parah akibat benturan hebat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Maros, Ipda Mevifah, menjelaskan kronologi kejadian. Truk yang dikemudikan seorang pria berinisial MNS (18) itu awalnya melaju dari Maros menuju Pangkep.

Saat tiba di lokasi, pengemudi truk diduga hendak berbelok ke kanan untuk memutar arah.

"Pada saat kendaraan truk membelok ke kanan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Yamaha Mio Soul GT yang dikendarai korban," jelas Mevifah.

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Benturannya keras. Sangat keras.

Akibatnya, Yunita mengalami luka serius di bagian leher. Ia juga mengalami pendarahan dari telinga, hidung, dan mulutnya. Kondisi itu membuatnya menghembuskan napas terakhir di aspal jalan, sebelum bantuan medis tiba.

Mendapat laporan, petugas Satlantas Polres Maros langsung bergerak ke lokasi. Mereka mengamankan TKP, mengatur lalu lintas yang sempat kacau, dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang melihat. Kedua kendaraan yang terlibat pun diamankan untuk penyelidikan.

Dari pemeriksaan sementara, truk mengalami kerusakan di bagian depan. Grill-nya lepas dan bumper lecet. Sementara nasib motor Yamaha Mio itu lebih menyedihkan. Bagian depan dan sisi kanannya rusak berat, menggambarkan kerasnya tumbukan yang terjadi.

Suasana di lokasi pun berangsur sunyi, hanya meninggalkan tanda-tanda dan duka bagi keluarga yang ditinggalkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar