Kuala Simpang – Hampir seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang kini sudah kembali terang. Pasca banjir besar yang melanda, pemulihan kelistrikan dikabarkan telah mencapai 98 persen. Saat ini, tim PLN di lapangan sedang fokus mengembalikan aliran listrik langsung ke rumah-rumah warga. Tujuannya jelas: memastikan keamanan instalasi sebelum listrik benar-benar dinyalakan.
Menurut Fadli Agustian, Manajer PLN ULP Kualasimpang, ada 158 personel gabungan yang dikerahkan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. Mereka bukan cuma tim lokal. Sebanyak 120 personel didatangkan dari Sigli, Subulussalam, dan Banda Aceh, ditambah 38 personel dari unit setempat.
“Bantuan sebelumnya juga datang dari mana-mana,” ujar Fadli, mengingatkan upaya kolektif yang sudah dilakukan.
“Tim nasional dari Riau, Sumatera Barat, bahkan Jawa Barat dan Timur, sempat turun tangan membangun kembali jaringan yang hancur diterjang banjir.”
Setelah gardu-gardu induk diamankan dan melalui proses "screening", langkah berikutnya adalah menormalkan sambungan di alat pembatas dan pengukur (APP) atau kWh meter milik pelanggan. Di sinilah pekerjaan yang lebih rumit dimulai.
Fadli punya pesan penting untuk warga. Ia mengimbau agar masyarakat tidak buru-buru menyalakan listrik jika kondisi rumah masih basah atau penuh lumpur. Keselamatan harus jadi prioritas.
“Kami melakukan "screening" ketat. Jangan coba-coba nyalakan listrik dulu sebelum instalasi rumah dipastikan aman,” tegasnya.
“Kita semua ingin menghindari musibah baru, seperti tersengat atau korsleting yang bisa memicu kebakaran.”
Kendala di lapangan ternyata masih ada. Salah satu yang paling menyita waktu adalah endapan lumpur yang tebal di dalam rumah warga, terutama mereka yang baru pulang dari pengungsian. Tim PLN terus melakukan pendampingan bagi yang melapor, memastikan pengecekan teknis dilakukan oleh ahlinya sebelum listrik dihidupkan.
Dampak Luas dan Enam Desa Terakhir
Banjir kali ini dampaknya luar biasa. Dari total 74.000 pelanggan di Aceh Tamiang, hampir semuanya sekitar 72.000 ikut terdampak. Hanya wilayah pegunungan dengan sekitar 2.000 pelanggan yang terhindar dari pemadaman.
Saat ini, upaya terakhir difokuskan pada enam desa yang masih gelap. Menurut Fadli, setiap desa rata-rata dihuni oleh 200 hingga 300 pelanggan.
“Kami terus berupaya menuju 100 persen pulih,” tambahnya.
Lalu, bagaimana dengan bantuan biaya atau stimulus bagi korban banjir? Soal ini, Fadli menyatakan belum ada keputusan resmi dari PLN Pusat. Mekanismenya masih menunggu rilis lebih lanjut.
“Fokus kami sekarang adalah menormalisasi sambungan di sisi pelanggan dan mengganti kWh meter yang rusak karena terendam,” pungkas Fadli.
“Yang penting, listrik bisa kembali menyala dengan aman di seluruh Aceh Tamiang.”
Artikel Terkait
BMKG: Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini, Tak Ada Potensi Hujan Signifikan
Dua Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Sidoarjo, Berawal dari Mobil Diduga Dikemudikan Sopir Mengantuk
Federasi Iran Klaim Jatah Tiket Piala Dunia 2026 Dicabut Sepihak, Suporter Terancam Gagal Nonton
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek