ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada

- Jumat, 16 Januari 2026 | 20:36 WIB
ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada

Empat puluh unit perangkat baru kini sudah aktif di tangan petugas. Polda Metro Jaya resmi mengoperasikan ETLE Handheld Presisi, sebuah alat genggam yang bakal jadi andalan untuk menertibkan lalu lintas Ibu Kota. Langkah ini diambil buat menghadapi mobilitas kendaraan yang luar biasa padat, sekaligus meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran.

AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas, bilang kalau ini bagian dari upaya modernisasi sistem ETLE alias Electronic Traffic Law Enforcement.

"Ini perangkat portabel berbasis kamera digital. Bisa merekam pelanggaran secara langsung, real-time di lapangan," jelas Ojo Ruslani, Jumat (16/1).

Menurutnya, prosesnya jadi lebih cepat dan akurat. Data yang diambil langsung terintegrasi dengan Sistem ETLE Nasional, sehingga semuanya berjalan transparan dan murni mengandalkan bukti.

Sebelumnya, ke-40 unit itu diserahkan langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, yang menerimanya. Perangkat itu lalu dibagikan ke para Kasat Lantas di seluruh jajaran Polda Metro.

Nah, tujuan utamanya sebenarnya cukup jelas. ETLE Handheld ini diharapkan bisa menjangkau titik-titik yang belum tercover oleh kamera ETLE statis yang terpasang di jalan. Jadi, jangkauannya lebih luas dan fleksibel.

"Kita ingin memaksimalkan penindakan berbasis digital, terutama di lokasi yang belum terjangkau kamera tetap," ujar Ojo menegaskan.

Dengan alat ini, berbagai jenis pelanggaran yang sering luput dan berpotensi bahaya seperti melawan arus atau penggunaan ponsel saat berkendara bisa lebih mudah dicatat.

Di sisi lain, ada harapan lain yang mengikuti. Penerapan teknologi ini diyakini bisa meminimalisasi praktik transaksional antara petugas dan pelanggar. Soalnya, semua rekaman diproses lewat sistem. Jadi, penindakannya diharapkan lebih objektif, tanpa basa-basi.

Polda Metro juga menekankan, ini bukan cuma soal tilang dan hukum. Mereka bilang perangkat ini juga punya fungsi edukasi. Dengan sistem yang transparan dan berbasis teknologi, masyarakat diharapkan makin sadar untuk tertib. Pada akhirnya, tujuan besarnya ya keselamatan semua pengguna jalan yang harus terus ditingkatkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar