Tapi ceritanya tak berhenti di situ. “Karena tidak mampu melanjutkan, seluruh eksekusi pembunuhan kemudian dilakukan langsung oleh Agus,” tambahnya dalam siaran pers yang dikutip Jumat (16/1) lalu.
Menurut Arbaridi, tindakan brutal itu punya dua tujuan: melumpuhkan korban dan sekaligus menghilangkan jejak kejahatan.
Menelusuri Jejak Terakhir
Usai di Batu, rekonstruksi tak berhenti. Tim penyidik bergerak lagi. Mereka, bersama Tim Inafis dan Kejaksaan Tinggi Surabaya, melanjutkan ke Wonorejo, Pasuruan. Tempat ini diduga kuat sebagai lokasi pembuangan jenazah Faradila.
“Melalui tahapan ini, penyidik memastikan rangkaian kejadian sesuai dengan temuan forensik serta alat bukti lain yang telah dikumpulkan,” pungkas Arbaridi.
Langkah demi langkah ini diharapkan bisa menyambung kembali fragmen-fragmen kisah yang terputu, mengungkap kebenaran yang sesungguhnya di balik kematian seorang mahasiswi muda.
Artikel Terkait
Jual Motor Curian di Facebook, Dua Pelaku Malah Ketemu Korban
Mendagri Tito Panggil Menteri Turun Tangan, Genjot Pemulihan Pascabencana Sumatera
Ketika Bumi Menolak, Langit Menyambut: Kisah Perjalanan Nabi yang Tak Mudah Diterima
Suara Rakyat Tersesat di Balik Dinding DPRD