Opini Publik Barat Berbalik: Dukungan AS untuk Israel Mencatat Titik Terendah Sejarah

- Jumat, 16 Januari 2026 | 06:40 WIB
Opini Publik Barat Berbalik: Dukungan AS untuk Israel Mencatat Titik Terendah Sejarah

Gelombang Perubahan di Barat: Suara Publik yang Berbalik

Gaza, dalam beberapa bulan terakhir, ternyata bukan cuma jadi berita utama. Tempat itu telah menjadi katalis, memicu pergeseran opini yang cukup tajam di kalangan publik Barat. Data dari lembaga riset ternama seperti Pew dan Gallup menunjukkan tren yang sulit diabaikan. Pergeseran ini paling kentara di kalangan anak muda Amerika, juga di antara pemilih Demokrat dan Independen.

Anak-anak muda Amerika, misalnya, kini tampil lebih vokal. Mereka jauh lebih kritis menanggapi tindakan Israel dalam perang, dan rasa simpati mereka terhadap pemerintah Israel pun terus menipis. Bahkan, istilah "genosida" kerap muncul dalam diskusi-diskusi mereka. Ini bukan sekadar perasaan sesaat. Angkanya berbicara.

Pandangan negatif terhadap Israel memang sedang naik daun. Yang lebih mencengangkan, pandangan yang "sangat tidak menguntungkan" terhadap negara itu dilaporkan meningkat dua kali lipat sejak tahun 2023. Sebuah lompatan yang signifikan.

Di sisi lain, simpati tradisional AS terhadap Israel justru mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dukungan untuk aksi militer Israel di Gaza pun ikut merosot, mencatat rekor rendah baru di tahun 2025. Suasana hatinya berubah.

Pertanyaan yang kini banyak diajukan warga Amerika sederhana: apakah dukungan pemerintah mereka selama ini sudah berlebihan? Jawabannya, bagi semakin banyak orang, adalah "ya". Mereka merasa AS telah mendukung Israel "terlalu banyak".

Gambaran ini jelas mengherankan banyak pengamat politik. Namun begitu, inilah kenyataan yang terungkap dari jajak pendapat dan data tren terkini. Sebuah pergerakan besar tengah berlangsung, dan dampaknya terhadap lanskap politik Barat masih harus kita tunggu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar