Imlek 2026 akan tiba sebentar lagi. Ada beberapa hal yang konon pantang dilakukan saat perayaan itu. Kalau nekat, siap-siap saja dikabarkan bakal bawa sial.
Perayaan Tahun Baru China ini selalu jadi momen yang dinanti. Suasana riuh rendah, penuh warna, dan tentu saja harapan baru. Tapi di balik kemeriahannya, terselip sejumlah larangan turun-temurun yang masih dipercaya banyak kalangan. Intinya sih, supaya rezeki nggak kabur dan nasib baik tetap betah nongkrong di rumah.
Nah, biar kamu nggak salah langkah, ini beberapa pantangan yang sering disebut-sebut. Silakan disimak.
Jangan Asal Menyapu!
Ini yang paling sering dengar. Menyapu lantai saat Imlek diibaratkan seperti menyapu rezeki keluar dari rumah. Begitu juga dengan buang sampah. Katanya, sama saja membuang keberuntungan. Kalau keadaan darurat banget dan rumah sudah terlalu berantakan, ada triknya. Sapulah dari arah tepi ruangan ke dalam, lalu kumpulkan sampahnya. Jangan dibuang dulu simpan saja sampai lewat hari kelima perayaan.
Soal Utang Piutang
Ini prinsipnya menjaga keharmonisan. Menagih utang di hari raya dianggap bisa mendatangkan energi negatif. Bayangkan saja, semua orang ingin merayakan dengan lega, tanpa beban. Nah, meminjam uang di hari itu juga termasuk pantangan. Dasarnya sama: mulai tahun dengan hutang dianggap bukan awal yang baik.
Hati-hati Saat Makan
Pernah dengar larangan makan labu? Rupanya, dalam bahasa Mandarin, labu disebut “gwa”. Pelafalannya mirip dengan kata yang terkait kematian. Makanya, lebih baik dihindari dulu. Prinsipnya sebenarnya lebih luas: hindari apa pun yang mengingatkan pada hal-hal buruk, termasuk dalam pemilihan makanan.
Ucapan Itu Berenergi
Ini mungkin yang paling sulit dijaga: mulut. Mengucapkan kata-kata seperti “mati”, “sakit”, “miskin”, atau “hancur” sangat tabu. Kepercayaannya, kata-kata punya kekuatan. Mengucapkan hal negatif bisa memantik kemalangan, bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga orang sekitar. Jadi, harus ekstra hati-hati.
Kalau Barang Pecah…
Nggak sengaja menjatuhkan piring atau gelas? Wah, itu konon bisa memutus jalannya rezeki. Tapi tenang, ada penangkalnya. Menurut sejumlah sumber, segera bungkus pecahannya dengan kertas merah warna pembawa hoki sambil bisikkan harapan baik. Baru buang bungkusan itu setelah perayaan Imlek berakhir.
Soal Angka dan Uang
Masyarakat Tionghoa umumnya menyukai angka genap, simbol bahwa hal baik datang berpasangan. Tapi ingat, angka 4 (dan turunannya seperti 40) harus dihindari. Soalnya, bunyi angka empat dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata “mati”. Makanya, saat bagi-bagi angpao atau hadiah, perhatikan jumlahnya. Jangan sampai memberi dalam hitungan ganjil atau bernomor sial.
Menu Sarapan Hari Pertama
Sarapan di hari pertama Imlek ada aturannya. Bubur, misalnya, dihindari karena di masa lalu identik dengan makanan orang yang kesulitan ekonomi. Makan bubur dianggap bisa menarik energi kemiskinan di tahun baru.
Lalu, kenapa daging juga pantang? Ini berkaitan dengan penghormatan kepada para dewa. Dipercaya, di hari yang suci ini, para dewa turun dan berkeliling. Menghindari daging adalah bentuk penghormatan, karena banyak dewa Buddha yang menentang pembunuhan hewan.
Intinya, larangan-larangan ini punya makna mendalam. Bukan sekadar takhayul, tapi lebih pada upaya menjaga energi positif dan menghormati tradisi. Dengan mengetahuinya, kita bisa lebih menghargai budaya yang telah mengakar ratusan tahun. Lagipula, siapa sih yang mau mengambil risiko dikait-kaitkan dengan nasib buruk?
Artikel Terkait
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa