"Mari kita jadikan Hari Desa Nasional, sebagai titik penguatan tekad: melayani dengan rendah hati, menjaga jarak dari segala bentuk penyimpangan sekecil apa pun," seru Sultan mengakhiri.
Di sisi lain, respons juga datang dari jajaran pemerintahannya. KPH Yudanegara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY, melihat ada celah pencegahan.
Menurutnya, Reformasi Kalurahan yang sedang digalakkan bisa menjadi tameng.
"Korupsi sebenarnya kalau bisa dicegah ya dicegah. Transformasi kalurahan ini ada transparansi. Dengan adanya transformasi kalurahan, kalurahan harus berubah salah satunya tidak korupsi," ujar Yudanegara di lokasi yang sama.
Ia juga mengungkap fokus utama Sultan. Yakni, mendorong Yogyakarta untuk tidak pasif. Daerah ini harus jadi pelaku utama, bukan sekadar objek pembangunan.
"Fokus Ngarsa Dalem bahwa Jogjakarta bukan cuma objek, tapi subjek. Nah ini yang ditekankan beliau artinya tidak ada lagi korupsi dimana kalurahan jadi raja-raja kecil," pungkasnya.
Jelas, pesannya satu. Dari tingkat tertinggi hingga yang paling dekat dengan warga, integritas adalah harga mati. Tanpanya, kepercayaan yang sudah susah payah dibangun bisa runtuh dalam sekejap.
Artikel Terkait
Teriakan di Kelas Berujung Pengeroyokan Guru oleh Murid di Jambi
Genangan Satu Meter Belum Surut, Warga Surianeun Terjebak Banjir
API FPI DKI Laporkan Pandji Pragiwaksono, Tuduh Lawakan Dinodai Ibadah Shalat
Ammar Zoni Dijanjikan Rp 10 Juta untuk Jadi Gudang Sabu di Rutan