Islah Tercapai, Sengketa Berakhir
Pertemuan hangat di Lirboyo itu benar-benar mengakhiri ketegangan yang berlarut-larut selama berbulan-bulan. Kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan Muktamar ke-35 secara bersama-sama, sebuah solusi yang dinilai paling elegan.
Musyawarah ini rupanya adalah lanjutan dari Musyawarah Kubro yang digelar di tempat sama beberapa hari sebelumnya. Para Masyayikh melihat, sengketa yang dipicu keputusan pemberhentian Ketua Umum yang dianggap tidak sah harus diselesaikan lewat jalan damai dan Muktabar yang legitimate dengan melibatkan semua pihak.
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil, kemudian menyampaikan keputusan forum. Setelah mendengarkan penjelasan kedua pihak dan mempertimbangkan saran para sesepuh, forum memutuskan dengan mufakat.
Dengan begitu, kepemimpinan PBNU hingga Muktamar nanti tetap dijalankan oleh KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum. Sebuah babak baru pun dimulai.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Desak Tambah Personel dan Peralatan untuk Percepatan Pemulihan Aceh
Perang Melawan Lumpur: Pemulihan Aceh Masih Berat, Inflasi Melonjak
Raksasa Tua di Depan Balai Kota Bogor Akhirnya Tumbang
Enam Perusahaan di Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun Pasca Bencana Banjir dan Longsor