Keripik dan peyek yang dijajakannya bukan buatannya sendiri. Itu adalah hasil produksi sebuah kelompok ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya. "Ini kan ada kelompok nenek-nenek yang buat. Daripada di rumah saja," ceritanya.
Menurut pengakuannya, selama ini ia tidak mendapat bantuan sosial dari mana pun. Hidup dijalani dengan daya upaya sendiri. Tantangan lain juga kerap datang, misalnya saat petugas Satpol PP mengusirnya dari lokasi berjualan. Halimah menerimanya dengan lapang dada. Itu resiko yang harus dihadapi.
"Ya namanya nenek cari makan gitu. Anak-anak juga susah," katanya, menjelaskan alasannya bertahan.
Jiwa pekerjanya sudah tertanam sejak muda. Riwayat pekerjaannya panjang: pernah menjadi perawat, mengajar di TK, lalu jadi penjahit, sebelum akhirnya berjualan seperti sekarang. Bekerja adalah pilihannya sendiri. Anak-anaknya pun tahu, ibunya lebih suka aktif di luar.
"Mereka tahu kalau nenek kerja. Di rumah, nenek malah enggak pernah kerja apa-apa. Nyuci baju saja dikerjain cucu atau anak," ucap Halimah sambil tersenyum.
Ia memilih untuk tidak mencampuri urusan anak-anaknya. "Hidup mereka juga pas-pasan. Inilah jalan hidup. Namanya kita harus terus usaha," pungkasnya, sebelum kembali menyapa pengendara di mobil berikutnya.
Artikel Terkait
Rieke Pitaloka Soroti Kasus Aurelie: Child Grooming Tak Bisa Dibiarkan
Sultan HB X Ingatkan Kepala Desa: Korupsi adalah Pengkhianatan Moral, Bukan Sekadar Pelanggaran Hukum
Prabowo Perkuat Fokus LPDP ke Bidang Sains dan Teknologi
Rocky Gerung Soroti Alasan Fufufafa Tak Boleh Hanya Dilupakan