Wamen Dalam Negeri: Kunci Indonesia Emas 2045 Ada di Desa

- Rabu, 14 Januari 2026 | 22:06 WIB
Wamen Dalam Negeri: Kunci Indonesia Emas 2045 Ada di Desa

Di Pendopo Gedhe, Boyolali, Rabu lalu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyampaikan pesan yang cukup gamblang. Maju atau tidaknya Indonesia, kata dia, bisa dilihat dari desa-desanya. "Artinya, Indonesia akan maju jika desanya maju," tegas Wiyagus saat membuka Lokakarya Desa dan Kelurahan Berprestasi.

Ia tak sekadar berbicara retorika. Menurutnya, desa adalah ujung tombak. Di sanalah pelayanan publik langsung dirasakan, dan dari situlah pembangunan nasional seharusnya digerakkan, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

Visi besar Indonesia Emas 2045 pun, dalam pandangannya, punya prasyarat yang jelas. Semuanya bergantung pada tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan yang berkelanjutan untuk puluhan ribu desa dan kelurahan di seluruh Nusantara. Apalagi, ini jadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran saat ini.

Di sisi lain, Wiyagus melihat ada angin perubahan yang positif. Desa kini perlahan bergeser posisinya. Dulu sering jadi objek, kini mulai diupayakan menjadi subjek pembangunan yang mandiri dan punya inisiatif. Ia mengapresiasi tren itu, yang terlihat dari makin banyaknya desa yang naik status dari tertinggal menjadi berkembang atau bahkan maju.

Transparansi pengelolaan dana desa kian membaik, partisipasi warga makin hidup. Ekonomi lokal juga mulai bergerak, didorong oleh kehadiran BUMDes di berbagai tempat.

Namun begitu, Wiyagus punya catatan lain yang tak kalah penting. Ia menekankan perlunya penguatan ekonomi kerakyatan lewat Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Koperasi ini, dalam pandangannya, bisa jadi motor penggerak untuk produksi hingga pemasaran hasil bumi desa.


Halaman:

Komentar