Kanselir Jerman Ramalkan Akhir Rezim Iran di Tengah Gelombang Protes

- Selasa, 13 Januari 2026 | 17:12 WIB
Kanselir Jerman Ramalkan Akhir Rezim Iran di Tengah Gelombang Protes

Di sisi lain, upaya diplomatik juga digeber. Merz mengaku Jerman tengah berkomunikasi dengan Amerika Serikat dan sejumlah pemerintahan Eropa. Tujuannya satu: memastikan ada transisi yang demokratis untuk Iran ke depannya.

Namun begitu, narasi dari dalam Iran sama sekali berbeda. Pemerintah di Teheran justru menuding AS dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan yang terjadi.

Sebagai bentuk perlawanan, pendukung setia pemerintah pun turun ke jalan. Pada Senin kemarin, demo besar-besaran digelar oleh mereka yang pro-rezim. Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei, tak ketinggalan mengunggah foto dukungan itu.

"Wahai bangsa Iran yang besar, hari ini kalian telah menorehkan pencapaian luar biasa dan mengukir hari yang bersejarah," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Jadi, ada dua gambaran yang bertolak belakang. Di satu sisi, gelombang protes yang tak kunjung reda dan pernyataan pesimis dari pemimpin dunia. Di sisi lain, pemerintah yang bersikukuh dan menunjukkan bahwa dukungan untuk mereka masih sangat kuat. Situasinya memang rumit, dan akhir dari semua ini masih samar-samar.


Halaman:

Komentar