Demo-demo menentang pemerintah di Iran kian meluas, dan suara-suara dari luar mulai terdengar keras. Salah satunya dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Saat berada di India, Selasa lalu, ia tak ragu menyampaikan pandangannya yang cukup tajam tentang situasi di Teheran.
Menurut Merz, rezim Syiah di Iran sedang menghadapi masa-masa akhir. "Saat rezim cuma bisa mempertahankan kekuasaan lewat kekerasan, maka mereka efektif sudah selesai," ujarnya.
Ia bahkan lebih spesifik. "Saya percaya kami sedang menyaksikan hari dan pekan terakhir dari rezim ini."
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Laporan dari berbagai lembaga independen menyebutkan, korban jiwa dalam gelombang protes ini sudah menembus angka lebih dari 500 orang. Unjuk rasa kini bukan cuma di kota-kota kecil, tapi sudah menjalar ke jantung kekuasaan: Teheran dan berbagai kota besar lainnya.
Bagi Merz, legitimasi pemerintah Iran sudah habis. Ia menilai mereka tak lagi mewakili suara rakyatnya sendiri. Meski begitu, harapan untuk penyelesaian damai tetap ia utarakan. "Saya berharap ada jalan mengakhiri konflik dengan damai," katanya.
Artikel Terkait
Raksasa Tua di Depan Balai Kota Bogor Akhirnya Tumbang
Enam Perusahaan di Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun Pasca Bencana Banjir dan Longsor
Nycta Gina dan Rizky Kinos Siap Ramaikan Pagi Jakarta di iSWARA
Ketua LSM Kabur Usai Anak Buahnya Tertangkap Basah Terima Uang dari Kades