"Ini baru ya?" tanyanya, sambil memegang laras senjata.
"Siap, baru bapak," jawab prajurit tersebut dengan sigap.
Senjata yang menarik perhatian Menhan itu adalah jenis ARQ 160. Sebuah senapan serbu modern yang kini menjadi perlengkapan standar.
Setelah itu, barulah acara inti dimulai. Sjafrie menerima paparan mendetail soal perkembangan batalyon. Pembahasannya luas, mulai dari urusan teknis seperti kelengkapan peralatan, hingga hal-hal yang menyentuh langsung kehidupan prajurit di lapangan.
Ia benar-benar memastikan semua aspek terpenuhi. Mulai dari kondisi rumah tinggal, ketersediaan alat pendukung operasi, logistik harian, sampai hal yang di zaman sekarang dianggap vital: ketersediaan koneksi internet. Kehadiran wifi Starlink di lokasi terpencil itu pun turut dicek. Baginya, kesejahteraan prajurit adalah prioritas, tak cuma soal senjata dan peluru.
Artikel Terkait
KBA News Gelar Seminar, Bahas Peran Seni sebagai Penggerak Perubahan Sosial
Menhan Sjafrie Tegaskan: Karir TNI Kini Ditentukan Prestasi di Lapangan, Bukan di Atas Kertas
Nandang Sutisna dan Pandji Soroti Akrobatik Politik Gibran
Habiburokhman Buka Suara: KUHP dan KUHAP Baru Disebut Babak Baru Hukum Indonesia