PMI Serahkan 2.000 Ton Bantuan Logistik untuk Ringankan Beban Warga Aceh di Bulan Puasa

- Senin, 12 Januari 2026 | 23:12 WIB
PMI Serahkan 2.000 Ton Bantuan Logistik untuk Ringankan Beban Warga Aceh di Bulan Puasa

Senin lalu (12/1), gudang logistik bencana di Desa Payo Gaboh, Aceh Utara, menjadi saksi penyerahan bantuan kemanusiaan yang cukup besar. Palang Merah Indonesia (PMI) menyerahkan bantuan seberat 2.000 ton kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.

Mualem tak menyembunyikan rasa terima kasihnya. Apresiasi itu ia sampaikan bukan hanya untuk PMI, tapi juga pemerintah pusat dan semua pihak yang turun tangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan cukup untuk membantu masyarakat selama bulan puasa,” ujar Mualem.

Ia berharap ini bukan akhir. Menurutnya, dukungan harus terus mengalir hingga kehidupan warga benar-benar pulih. Bantuan logistik ini, baginya, adalah sebuah langkah konkret untuk meringankan beban sekaligus memulihkan kondisi sosial dan ekonomi di Aceh.

Di sisi lain, Jusuf Kalla lebih menekankan aspek kebersamaan. Mantan Wakil Presiden itu bicara soal gotong royong dan kepedulian sosial sebagai tulang punggung dalam menanggapi bencana. Bantuan, katanya, bukan cuma soal barang.

“Kita harus saling membantu masyarakat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama,” tegas JK.

Lalu, apa saja isi bantuan 2.000 ton itu? Rinciannya cukup beragam, mulai dari kebutuhan pokok hingga alat penunjang aktivitas. Ada 500 ton beras, tentu saja. Lalu peralatan seperti 4.000 gerobak sorong, 20.000 pacul, dan sekop dengan jumlah sama. Untuk pekerjaan yang lebih berat, disediakan 41 mini excavator dan 100 mesin chainsaw.

Juga ada puluhan ribu paket pakaian lengkap, dari celana hingga kerudung. Dunia pendidikan tak dilupakan, dengan adanya 1,5 juta buku tulis, 535 ribu pulpen, dan 10 ribu paket sekolah. Ditambah lagi perlengkapan kebersihan, peralatan rumah tangga, serta kebutuhan dasar lainnya.

Intinya, bantuan ini diharapkan bisa membuat bulan puasa tahun ini terasa lebih layak bagi masyarakat yang terdampak. Juga untuk mendukung mereka kembali beraktivitas sehari-hari dengan sedikit lebih ringan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar