Seorang anak jatuh ke dalam parit di area kandang gajah Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, dan momen tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, anak yang mengenakan pakaian merah itu tampak sudah berada di dalam parit, sementara beberapa orang dewasa berusaha melewati pembatas untuk mengulurkan tangan dan menolongnya naik kembali.
Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan insiden tersebut terjadi. Ia menegaskan bahwa tidak ada laporan langsung yang diterima petugas saat peristiwa berlangsung. “Waktu dan kronologi pasti kejadian tersebut belum dapat diketahui secara pasti karena tidak terdapat laporan yang diterima oleh petugas saat peristiwa berlangsung,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu, 15 Mei 2026.
Menurut Bambang, berdasarkan video yang beredar, terlihat jelas bahwa pengunjung telah melanggar ketentuan yang berlaku. Ia menilai pengunjung tersebut melewati batas aman yang telah ditetapkan di area kandang satwa. “Berdasarkan video yang beredar, terlihat bahwa pengunjung telah melewati batas pagar pengaman yang telah disediakan di area kandang satwa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang menyoroti sikap pengunjung dalam video yang tidak menunjukkan kepanikan. Ia menduga bahwa satwa dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung, terutama karena mereka justru merekam kejadian tersebut. “Terdapat indikasi bahwa satwa dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung. Hal tersebut terlihat dari sikap yang bersangkutan yang tidak menunjukkan kepanikan saat kejadian berlangsung dan tetap melakukan perekaman terhadap peristiwa tersebut,” imbuhnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak saat berada di lokasi. Menurut Bambang, faktor tersebut turut berkontribusi terhadap terjadinya insiden. “Pengelola telah memasang pagar pembatas dan berbagai imbauan keselamatan yang mengingatkan pengunjung untuk tidak melampaui batas pengaman kandang karena dapat membahayakan keselamatan pengunjung maupun satwa,” ucapnya.
Sementara itu, pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan pengetatan pengawasan ke depannya. “Pengelola Taman Margasatwa Ragunan akan terus melakukan evaluasi dan pengetatan pengawasan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang,” sambung Bambang.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-20 Gabung Grup H Kualifikasi Piala Asia 2027, Bersaing dengan Australia dan Malaysia
Sopir Taksi Online Rusak Spion Mobil di Tol JORR karena Kesal Tak Diberi Jalan
Empat Fenomena Astronomi Warnai Langit Indonesia Sepanjang Juni 2026, dari Hujan Meteor hingga Strawberry Moon
Separuh Penumpang Whoosh Catat Perjalanan Bandung-Jakarta di Puncak Arus Balik Libur Panjang