“Ini menegaskan posisi kereta api sebagai moda pilihan utama masyarakat sepanjang periode Natal dan Tahun Baru kali ini,” tambahnya melalui keterangan tertulis.
Di sisi lain, mobilitas secara keseluruhan juga mengalami kenaikan yang signifikan. Dishub DIY memperkirakan total pergerakan orang selama liburan kali ini mencapai 11,37 juta orang. Angka itu naik sekitar 7,73 persen dibanding tahun sebelumnya.
Perhitungan ini didapat dari pemantauan lalu lintas kendaraan di sepuluh titik strategis. Misalnya di Simpang Prambanan di sisi timur, Tempel atau Jembatan Krasak di utara, hingga jalur alternatif seperti Samudra Raksa Kalibawang. Pemantauan juga menjangkau perbatasan Gunungkidul, seperti Rongkop dan Semin.
“Tercatat total 6.059.259 kendaraan melintas,” ujar Erni.
“Kalau dikonversikan ke dalam pergerakan orang, ya angkanya kira-kira mencapai 11.371.824 orang itu tadi,” pungkasnya.
Jadi, meski jalanan dipadati kendaraan pribadi, ternyata kereta api tetap memegang peran sentral. Terutama bagi masyarakat yang memilih bepergian dengan transportasi umum selama momen liburan yang padat itu.
Artikel Terkait
LPDP Tegaskan Awardee Wajib Jaga Nama Baik Indonesia dan Kembali untuk Mengabdi
Levis Ajak Konsumen Bijak Gunakan THR untuk Belanja Fashion yang Awet
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone
Bupati Bone Resmikan Kios Tani dan Pangan Maberre di Dinas Peternakan