Angka itu muncul tiba-tiba, bak petir di siang bolong. Benarkah dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai Rp51 triliun? Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini sungguh mengejutkan.
Padahal, proses pendataan korban masih terus berlangsung. Mulai dari korban jiwa, rumah yang hilang, hancur, rusak, hingga fasilitas publik. Rasanya, janji anggaran sebesar itu cuma pencitraan belaka. Main hantam kromo.
Kalau dipukul rata, masing-masing provinsi dapat jatah sekitar Rp17 triliun. Tapi kita tahu, Purbaya bukan orang sembarangan. Dia ekonom teknokrat, berlatar belakang teknik. Mustahil dia memilih cara penghitungan serampangan seperti itu.
Di sisi lain, seharusnya ada kajian mendalam dulu. Belajar dari pengalaman daerah lain, lalu dihitung matang-matang berapa kerugian riil dan biaya pemulihannya. Itu baru cara kerja yang logis.
Coba kita hitung kasar. Untuk membangun rumah sederhana yang layak, anggap saja Rp250 juta per unit. Kalau ada 10.000 unit rumah rusak, totalnya Rp2,5 triliun. Nah, sisa yang Rp48,5 triliun itu mau dipakai buat apa?
Artikel Terkait
DPR Klaim Pasal Penghinaan di KUHP Bukan untuk Membungkam Kritik
Guru Temukan Kamera Tersembunyi di Toilet Wanita Pantai Seruni, Pelaku Petani Rumput Laut Ditangkap
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut