MURIANETWORK.COM – Keracunan massal melanda sejumlah sekolah di Mojokerto. Diduga, sumber masalahnya berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu soto ayam yang disantap para siswa pada Jumat lalu.
Korban berjatuhan. Menurut Sekretaris Daerah Mojokerto, Teguh Gunarko, total ada 261 orang yang terdampak. Mereka berasal dari tujuh lembaga pendidikan berbeda yang mendapatkan distribusi makanan dari satu sumber yang sama: SPPG Desa Wonodadi di Kecamatan Kutorejo.
"Data terbaru di posko, yang masih dirawat 121 orang. Sisanya, 140 orang, sudah diperbolehkan pulang," jelas Teguh saat ditemui di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari, Minggu (11/1/2026).
Penanganan darurat pun dijalankan. Hampir semua fasilitas kesehatan di Mojokerto Raya dilibatkan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit swasta. Meski begitu, pusat penanganan terbesar tetap berada di RSUD Soekandar, yang masih merawat sekitar 49 pasien.
Lembaga mana saja yang kena imbas? Daftarnya cukup panjang. Ada SMP Negeri 2 Kutorejo dengan 40 murid, SD Negeri Singowangi, SDN Wonodadi 1, TK Dharma Wanita Wonodadi, SMP IT Al Hidayah, hingga pondok pesantren MTS/MA Ponpes Mahaad AnNur di Desa Singowangi. Korban bukan cuma siswa, tapi juga menyasar tenaga pendidikan bahkan beberapa wali murid.
Di sisi lain, penyelidikan terus digenjot. Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, langsung turun meninjau korban. Petugas Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel sisa makanan dari korban dan juga dari dapur SPPG terkait.
Teguh Gunarko memberi penjelasan soal proses ini. "Sudah beberapa sampel diambil. Hasilnya paling cepat kemungkinan besok, Senin. Tapi kami tidak terburu-buru. Yang penting datanya akurat dan valid untuk evaluasi," paparnya.
Artikel Terkait
Hukuman Mati Dituntut untuk Serma yang Tewaskan Istri Sendiri
Tiga Hari Terjebak di Ketinggian Papua, 18 Pekerja Freeport Akhirnya Diselamatkan
Prabowo Terkesima, Hampir Menangis Saat Saksikan Kehebatan Murid Sekolah Rakyat
Diplomat Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB di Tengah Badai Geopolitik