Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal

- Minggu, 11 Januari 2026 | 14:25 WIB
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal

Rendahnya pengetahuan ini, ungkapnya, bisa langsung mempengaruhi ekosistem industri halal. Edukasi jadi kunci utamanya. Karena itulah, Gen Halal Championship sengaja menyasar pelajar mereka adalah agen perubahan di masa depan.

“Kami sadar betul, literasi halal harus dibina dari generasi muda. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Yang menarik, antusiasme tahun ini menunjukkan bahwa isu halal rupanya tak lagi eksklusif. Salah satu buktinya? Ada peserta non-Muslim yang berhasil lolos hingga babak grand final.

“Judulnya Gen Halal Championship, tapi yang mendaftar ternyata beragam. Bahkan ada peserta non-Muslim yang ikut sampai ke grand final,” cerita Muti.

Fenomena ini, menurutnya, membuktikan bahwa standar halal mulai dipandang sebagai jaminan keamanan dan kualitas yang universal. Konsumen non-Muslim pun percaya bahwa produk halal itu baik, karena prinsipnya sejalan dengan sesuatu yang thayyib (baik).

Pandangan senada disampaikan Ketua MUI Bidang Fatwa, KH M Asrorun Niam Sholeh. Menurutnya, halal bukanlah monopoli umat Islam semata.

“Seruan dalam Al-Qur'an itu ‘Wahai manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa yang ada di bumi’. Yang diseru adalah seluruh manusia, bukan hanya orang beriman,” jelas Kiai Niam.

Guru Besar Ilmu Fiqh UIN Jakarta itu melanjutkan, siapa pun yang mengonsumsi makanan halal dan thayyib akan mendapatkan manfaatnya. Sebaliknya, jika seorang Muslim memakan yang haram, konsekuensinya bisa berat mulai dari dosa, kesehatan yang terganggu, hingga dampak sosial seperti stunting.


Halaman:

Komentar