"Ada juga anak yang kelas 1 SMA tapi belum bisa baca, bahkan belum bisa menulis," papar Gus Ipul. "Mereka ini mendapatkan bimbingan khusus, dan dalam waktu tiga sampai empat bulan mereka sudah mulai lancar membaca."
Hebatnya, semangat belajar mereka justru menggebu. Mereka sampai meminta novel-novel untuk dibaca, sebuah permintaan yang mungkin tak terbayangkan beberapa bulan sebelumnya.
Perubahan lain yang tak kalah penting datang dari laporan para orang tua. Saat liburan semester tiba, anak-anak pulang dengan sikap yang berbeda. Menurut sejumlah laporan, mereka tampak lebih disiplin, rajin bangun pagi, dan yang paling menyentuh, lebih optimis dan bersemangat.
"Ada sesuatu yang membuat orang tua bangga," ungkap Gus Ipul tentang momen itu.
Program Sekolah Rakyat sendiri adalah gagasan Presiden Prabowo yang dikelola Kemensos. Sasaran utamanya adalah keluarga dari kalangan ekonomi terbawah. Konsepnya full, pendidikan berasrama 24 jam dengan pendampingan penuh. Dari cerita Gus Ipul, sepertinya formula ini mulai menunjukkan dampaknya, bukan hanya di rapor, tapi juga di kehidupan nyata para siswa.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Akan Temui Presiden UEA untuk Perkuat Kemitraan Strategis
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data
Imsak di Banjarmasin Pukul 05.04 WITA, Subuh 05.14 WITA