Presiden Prabowo Hadiri Peresmian Sekolah Rakyat, Siswa dari Seluruh Nusantara Siap Tampil

- Minggu, 11 Januari 2026 | 13:18 WIB
Presiden Prabowo Hadiri Peresmian Sekolah Rakyat, Siswa dari Seluruh Nusantara Siap Tampil

Pada Senin depan, tepatnya tanggal 12 Januari, Program Sekolah Rakyat akhirnya akan diresmikan. Perhelatan serentak ini punya titik pusat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dan yang bikin acara ini makin spesial, Presiden Prabowo Subianto sendiri rencananya bakal hadir.

Suasana di SRT 9 yang berlokasi di lingkungan BBPPKS Kementerian Sosial itu sudah riuh dengan persiapan. Para siswa dari berbagai penjuru daerah sibuk mematangkan penampilan mereka. Mereka inilah yang nanti akan jadi pemeran utama untuk memeriahkan acara.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini meninjau langsung persiapan di lokasi. Ia tampak antusias.

“Yang naik panggung nanti adalah semua siswa Sekolah Rakyat dengan beragam kemampuan,” ujarnya.

Menurut rencana, para siswa akan menampilkan baris-berbaris dan paduan suara. Mereka datang dari Nusa Tenggara Timur, Jakarta, Jawa Timur, Makassar, Papua, sampai Aceh. Benar-benar perwakilan dari seluruh Indonesia.

“Mereka mewakili daerah masing-masing. Kami minta bisa memberikan yang terbaik di depan Presiden,” kata Gus Ipul lagi.

Ia menegaskan, penampilan ini bukan sekadar pertunjukan. Tapi lebih dari itu, sebuah gambaran nyata tentang kondisi Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan alternatif bagi mereka yang kurang mampu. “Kehadiran Presiden tentu akan disambut dengan tampilan-tampilan yang menggambarkan keadaan sesungguhnya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan kembali bahwa Sekolah Rakyat ini adalah gagasan Presiden Prabowo. Intinya sederhana namun mendasar: memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. Sasaran utamanya adalah keluarga yang masuk dalam desil 1 dan 2, atau kelompok paling rentan secara ekonomi.

“Program ini menjangkau keluarga yang terpinggirkan, prasejahtera, kurang mampu, termasuk yang dalam statistik masuk kategori miskin dan miskin ekstrem,” jelasnya dengan nada serius.

Untuk saat ini, program tersebut sudah berjalan di 166 titik di berbagai daerah. Pelaksanaannya bertahap, dimulai sejak pertengahan tahun lalu.

“Ada yang sudah berjalan enam bulan, ada juga empat bulan, tiga bulan, dimulai dari Juli, Agustus, September hingga awal Oktober. Dan sejauh ini, 166 titik tersebut berjalan dengan baik,” pungkas Gus Ipul.

Nah, tinggal tunggu hari H-nya. Semua mata kini tertuju ke Banjarbaru, menunggu momen peresmian yang dinanti-nanti itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar