Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menaikkan status 26 perusahaan dari Papan Pengembangan ke Papan Utama, sebuah langkah yang mencerminkan peningkatan kapasitas dan kepatuhan emiten di pasar modal. Salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut adalah PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), yang langsung memberikan tanggapan resmi terkait perubahan ini.
Manajemen Alkindo Naratama menyambut positif keputusan yang didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik. Direktur ALDO, Kuswara, dalam keterbukaan informasi pada Jumat (28/5/2026), menyatakan bahwa perpindahan ke Papan Utama merupakan pencapaian bergengsi.
"Perpindahan ke Papan Utama ini merupakan flag carrier bagi pasar modal Indonesia dan merupakan bentuk pengakuan atas kinerja dan pemenuhan kepatuhan perseroan," ujar Kuswara.
Menurutnya, status baru ini diharapkan mampu memperkuat kredibilitas perusahaan di mata publik. Selain itu, langkah ini juga dinilai akan mendorong peningkatan keterbukaan informasi serta penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG).
"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas, keterbukaan informasi, dan penerapan GCG. Sehingga, semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap perseroan," tegas Kuswara.
Kuswara memastikan bahwa peralihan papan pencatatan ini tidak membawa dampak negatif bagi operasional maupun prospek usaha ke depan. "Tidak ada dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," katanya.
Sementara itu, BEI mengumumkan bahwa keputusan perpindahan papan pencatatan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan oleh bursa. Komposisi terbaru tersebut akan mulai berlaku efektif pada 29 Mei 2026.
Selain Alkindo Naratama, sejumlah emiten lain yang turut naik kelas antara lain PT Akasha Wira International Tbk (ADES), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). Secara keseluruhan, terdapat 26 perusahaan yang berhasil menembus Papan Utama, menandai peningkatan signifikan dalam tata kelola dan kinerja emiten di bursa efek tanah air.
Artikel Terkait
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Dinilai Perkuat Devisa, Pasar Tunggu Kepastian Implementasi
Sepuluh Saham Paling Tertekan Selama Sepekan, ASPR Anjlok Hingga 37,85 Persen
Rebalancing Indeks MSCI Picu Arus Keluar Dana Asing Rp9,5 Triliun dari BEI dalam Sepekan
Empat Saham Prajogo Pangestu Tembus Jajaran Top Gainers BEI, BREN Melonjak 34,69 Persen