Lalu, ada persoalan hunian sementara atau huntara. Targetnya sih sudah jelas: membangun 15 ribu unit. Tapi di lapangan, rupanya tak semudah itu. Pengangkutan materialnya sering terkendala.
Nah, yang terakhir ini mungkin sering luput dari perhatian: pembersihan lumpur di rumah-rumah warga. Khalid punya pandangan menarik soal ini. Menurut dia, jika rumah yang rusak ringan bisa dibersihkan dari lumpur dengan cepat, tekanan untuk menyediakan huntara bisa berkurang.
Jadi, keempat hal itu – normalisasi sungai, akses jalan, huntara, dan pembersihan lumpur – masih menjadi pekerjaan besar. Proses pemulihan memang belum usai, dan waktu terus berjalan.
Artikel Terkait
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus
KPK Perdalam Penyidikan Dugaan Pungli Sertifikat K3 di Kemnaker
Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Terkunci, 16 Tim Siap Bertarung
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi