Lalu, ada persoalan hunian sementara atau huntara. Targetnya sih sudah jelas: membangun 15 ribu unit. Tapi di lapangan, rupanya tak semudah itu. Pengangkutan materialnya sering terkendala.
Nah, yang terakhir ini mungkin sering luput dari perhatian: pembersihan lumpur di rumah-rumah warga. Khalid punya pandangan menarik soal ini. Menurut dia, jika rumah yang rusak ringan bisa dibersihkan dari lumpur dengan cepat, tekanan untuk menyediakan huntara bisa berkurang.
Jadi, keempat hal itu – normalisasi sungai, akses jalan, huntara, dan pembersihan lumpur – masih menjadi pekerjaan besar. Proses pemulihan memang belum usai, dan waktu terus berjalan.
Artikel Terkait
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi
Iran: Ratusan Ambulans Hancur, Kerugian Capai Jutaan Dolar
Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang