Tak cuma surat, ribuan anggota Banser turun langsung. Mereka gelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan. Aksi itu sebagai bentuk komitmen menjaga NKRI dan mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
Pada akhirnya, UAS membatalkan niatnya ceramah di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara.
Pihak UAS menyebut ada intimidasi. Klaim ini dibantah tegas oleh GP Ansor Jepara. Mereka bersikukuh itu hanya bentuk kewaspadaan, bukan ancaman.
GP Ansor sendiri, bagi yang belum tahu, adalah organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Fokus mereka ya di pengembangan pemuda, dakwah moderat, hingga kegiatan sosial dan kebangsaan. Dan di tahun 2018 itu, yang menjabat sebagai panglima tertingginya tak lain adalah Gus Yaqut.
Kini, saat mantan panglimanya berurusan dengan KPK, unggahan UAS soal penolakan masa lalu itu pun mengundang tafsir beragam. Seperti kilas balik yang datang di momen yang cukup ironis.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada Kamis
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta
Mahfud MD: Korupsi dan Pengelolaan Program Pemerintah yang Tidak Profesional Juga Pelanggaran HAM