Tak cuma surat, ribuan anggota Banser turun langsung. Mereka gelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan. Aksi itu sebagai bentuk komitmen menjaga NKRI dan mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
Pada akhirnya, UAS membatalkan niatnya ceramah di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara.
Pihak UAS menyebut ada intimidasi. Klaim ini dibantah tegas oleh GP Ansor Jepara. Mereka bersikukuh itu hanya bentuk kewaspadaan, bukan ancaman.
GP Ansor sendiri, bagi yang belum tahu, adalah organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Fokus mereka ya di pengembangan pemuda, dakwah moderat, hingga kegiatan sosial dan kebangsaan. Dan di tahun 2018 itu, yang menjabat sebagai panglima tertingginya tak lain adalah Gus Yaqut.
Kini, saat mantan panglimanya berurusan dengan KPK, unggahan UAS soal penolakan masa lalu itu pun mengundang tafsir beragam. Seperti kilas balik yang datang di momen yang cukup ironis.
Artikel Terkait
Balai Besar POM Makassar Sita 96.000 Butir Obat Keras Ilegal
Pemkab Bone dan BPVP Bantaeng Gelar Pelatihan Koperasi untuk Seluruh Kecamatan
Gubernur Sulsel Resmi Buka MTQ ke-34, Diikuti 1.044 Peserta
Tiket Konser LANY di Jakarta Dibuka, Harga Mulai Rp850 Ribu