Di sisi lain, Purbaya mengaku heran. Bagaimana mungkin perusahaan asing berskala besar, bahkan yang namanya cukup familiar, bisa beroperasi dengan leluasa sambil mengabaikan kewajiban pajak? “Orang pajak selama ini seperti agak tutup mata,” paparnya dengan nada kesal.
Padahal, seharusnya aparat pajak dan bea cukai punya data lebih lengkap. Karena itulah, Purbaya berancang-ancang melakukan pembenahan besar-besaran. Targetnya jelas: Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Jadi kita akan rapihkan organisasi pajak dan bea cukai supaya bekerja lebih serius ke depan. Kalau nggak bisa dibetulin setahun ya betul-betul dirumahkan,” tegasnya lagi.
Langkah ini, katanya, untuk menyelamatkan institusi. Hanya aparatur yang profesional yang akan dipertahankan. “Yang jelek-jelek kita akan rumahkan,” pungkas Purbaya. Sinyal tegas yang tak bisa lagi dianggap angin lalu.
Pajak Baja Bangunan
Artikel Terkait
Pasien Super Flu di Yogyakarta Dinyatakan Sembuh Total
PDIP Ancang-ancang Pecat Kader yang Terjerat Korupsi Jelang Rakernas
Pandji Pragiwaksono: Ketika Panggung Komedi Jadi Ruang Kritik Terakhir
Panji Pragiwaksono Buka Kunci: Ini Alasan Sebenarnya Anies Absen di Spesial Netflix