Di sisi lain, Purbaya mengaku heran. Bagaimana mungkin perusahaan asing berskala besar, bahkan yang namanya cukup familiar, bisa beroperasi dengan leluasa sambil mengabaikan kewajiban pajak? “Orang pajak selama ini seperti agak tutup mata,” paparnya dengan nada kesal.
Padahal, seharusnya aparat pajak dan bea cukai punya data lebih lengkap. Karena itulah, Purbaya berancang-ancang melakukan pembenahan besar-besaran. Targetnya jelas: Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Jadi kita akan rapihkan organisasi pajak dan bea cukai supaya bekerja lebih serius ke depan. Kalau nggak bisa dibetulin setahun ya betul-betul dirumahkan,” tegasnya lagi.
Langkah ini, katanya, untuk menyelamatkan institusi. Hanya aparatur yang profesional yang akan dipertahankan. “Yang jelek-jelek kita akan rumahkan,” pungkas Purbaya. Sinyal tegas yang tak bisa lagi dianggap angin lalu.
Pajak Baja Bangunan
Artikel Terkait
Ketua Gema Bangsa Usulkan Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi
Bupati Bone Apresiasi Dukungan Warga dan Sampaikan Capaian di Safari Ramadan
Harga Emas Antam Turun Rp45.000 per Gram, Harga Buyback Justru Naik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulsel