Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkap fakta mengejutkan tentang maraknya impor pakaian bekas yang merugikan produsen lokal. Menurutnya, barang thrifting ini dijual dengan harga sangat murah di pasar Indonesia, seperti jilbab yang hanya dihargai Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per item.
Maman mengungkapkan bahwa masuknya pakaian bekas impor ini diduga karena adanya oknum di Bea Cukai yang memberikan akses. Pemerintah telah menindak tegas oknum tersebut dan menutup keran impor barang thrifting.
Data impor pakaian bekas menunjukkan peningkatan signifikan dalam empat tahun terakhir. Volume impor melonjak dari hanya 7 ton pada 2021 menjadi 3.600 ton pada 2024. Hingga Agustus 2025, volume impor sudah mencapai 1.800 ton.
Efek positif dari penutupan impor thrifting ini adalah peluang bagi produsen dalam negeri untuk menggantikan produk impor di pasar domestik. Pemerintah telah mengumpulkan asosiasi dan produsen lokal, termasuk distro di Bandung, untuk memenuhi permintaan pasar.
Langkah berikutnya yang akan dilakukan pemerintah adalah mengintegrasikan data perdagangan dan memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah kebocoran impor. Pemerintah juga akan fokus melindungi produk lokal yang bisa diproduksi di dalam negeri.
E-Commerce Diminta Hentikan Penjualan Thrifting
Maman Abdurrahman juga menyasar peredaran barang bekas impor di platform e-commerce. Ia telah menginstruksikan Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM untuk berkoordinasi dengan berbagai platform digital agar menghentikan promosi dan penjualan produk thrifting.
Beberapa platform e-commerce sudah mulai menindaklanjuti kebijakan ini. Pemerintah akan memanggil dan mengevaluasi e-commerce yang masih menayangkan produk thrifting pada 7 November 2025 mendatang.
Pemerintah mendorong platform e-commerce untuk lebih memfasilitasi produk lokal dan menghentikan fasilitas pengiklanan bagi barang-barang thrifting. Langkah ini diharapkan dapat melindungi industri fashion lokal dari gempuran produk impor murah.
Artikel Terkait
Penumpukan 3.100 Kontainer di Tanjung Priok Hambat Logistik, Menkeu Minta Operasional 24 Jam dan Sanksi bagi Importir
Ekonom: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kokoh, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Berlebihan
IHSG Anjlok 8,69 Persen dalam Sepekan, Asing Catat Jual Bersih Rp3,73 Triliun
Wall Street Ambruk, Nasdaq Anjlok 4,2% Setelah Data Tenaga Kerja AS Picu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga