Tak hanya ke masa lalu, Amien juga memberikan catatan keras untuk kepemimpinan yang baru saja berlalu. Presiden ke-7, Joko Widodo, ia sebut sebagai "presiden terburuk" karena dianggap merusak tatanan negara. Kekhawatirannya kini mengerucut pada Prabowo Subianto. Dengan dukungan regulasi yang represif seperti KUHP baru ini, ia kuatir sang presiden terpilih akan berubah menjadi otokrat baru.
Di sisi lain, Amien tak hanya menyalahkan eksekutif. Ia menuding DPR RI punya peran sentral dalam merobohkan pilar demokrasi melalui pengesahan KUHP tersebut. Mirisnya, bangsa yang sudah merdeka 81 tahun ini seolah harus kembali belajar dari nol tentang nilai-nilai dasar demokrasi.
"Perjuangan kita sekarang justru lebih sulit," pungkas Amien dengan nada getir.
"Karena kita melawan bangsa sendiri. Kita tenang-tenang saja andai kata dijajah oleh bangsa sendiri," lanjutnya, menyitir pesan Bung Karno tentang "Londo Ireng" atau penjajah dari internal negeri sendiri.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia