"7.500 porsi ini kami siapkan untuk para korban prioritas di wilayah Sungai Tabuk agar kebutuhan pangan mereka terpenuhi," kata Achmadi.
Ia menegaskan bahwa bantuan itu difokuskan untuk mereka yang mengungsi di posko-posko. Upaya maksimal terus dilakukan, meski situasinya memang tidak mudah.
Dan masalahnya ternyata kian meluas. Bukan cuma Sungai Tabuk yang terendam. Data terbaru menunjukkan banjir kini sudah merambah 12 kecamatan di Kabupaten Banjar. Sekitar 133 desa terendam air, dengan ketinggian di beberapa tempat mencapai satu meter. Bayangkan, hidup dengan air setinggi itu.
Korban yang terdampak langsung tercatat mencapai 3.149 jiwa. Di tengah kondisi seperti ini, petugas gabungan masih terus berjibaku. Tugas mereka ganda: mengevakuasi warga yang masih terisolasi sekaligus mendistribusikan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau karena debit air yang masih tinggi. Perjuangan mereka, dan para pengungsi, tampaknya masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik