Gemuruh tepuk tangan tiba-tiba memecah kesibukan di Istana Negara. Sorot mata semua orang tertuju pada Presiden Prabowo Subianto yang, dengan penuh semangat, sedang menghitung deretan medali yang tergantung di leher atlet triathlon Martina Ayu Pratiwi. Suasana jadi hidup.
Momen hangat ini terjadi Kamis lalu, dalam acara penyerahan bonus untuk para atlet peraih medali SEA Games 33. Martina, yang jadi atlet pertama yang dipanggil, tampil dengan membawa tujuh medali lima emas dan dua perak hasil jerih payahnya di cabang triathlon, duathlon, dan aquathlon.
Prestasinya itu rupanya bikin Presiden Prabowo takjub. Didampingi Menpora Erick Thohir, ia pun menghitung satu per satu medali itu di depan podium. Aksi spontannya itu langsung disambut riuh rendah tepuk tangan dari seluruh undangan yang hadir.
Nah, gestur sederhana itu sebenarnya punya makna yang dalam. Ini bukan cuma soal menghitung logam. Lebih dari itu, ini adalah penegasan bahwa kerja keras dan keringat atlet benar-benar dilihat dan dihargai oleh negara. Sekaligus jadi penyemangat buat generasi atlet muda lainnya untuk terus mengejar prestasi.
“Tadi sempat deg-degan di depan, deg-degan bisa bertemu langsung Presiden Pak Prabowo dan sangat dekat tadi di depan,”
ucap Martina usai menerima bonusnya. Rasa haru dan bangga masih terpancar jelas dari raut wajahnya.
Artikel Terkait
Yaqut Tersandung Kasus Haji, Akankah Ada Nama Lain yang Menyusul?
Nasarudin Pimpin KAUMY, Targetkan Beasiswa dan Karier Strategis untuk Alumni
Iran Padamkan Internet, Jalanan Bergolak
Pedagang Takoyaki Diamankan Usai Diduga Cabuli Anak Tetangga