Usai banjir dan longsor melanda, ada satu fenomena yang menarik perhatian. Kayu-kayu gelondongan berserakan, terbawa arus hingga ke permukiman warga. Nah, soal kayu-kayu itulah yang kini jadi pembicaraan.
Mendagri sekaligus Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana, Tito Karnavian, memberikan lampu hijau. Masyarakat yang rumahnya rusak diperbolehkan memanfaatkan kayu-kayu gelondongan tersebut. Idenya sederhana: daripada terbuang, lebih baik dipakai untuk membangun kembali.
“Kalau untuk pemanfaatan kayu itu, lebih banyak mungkin diprioritaskan untuk pembangunan rumah-rumah hunian tetap nantinya,” ujar Tito.
Ia berbicara usai menggelar rapat Satgas Rehabilitasi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis lalu. Menurutnya, warga sebenarnya sudah bergerak lebih dulu. Mereka tak menunggu perintah.
“Sekarang pun sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya sudah melihat sendiri di Langkahan, yang banyak kayu-kayu itu sudah banyak dipakai. Ada yang untuk memperbaiki rumahnya, dipotong-potong, ada juga yang untuk bangun pagar,” tuturnya menggambarkan situasi di lapangan.
Artikel Terkait
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai