Mobil Pengacara Dibakar, Diduga Terkait Penolakan Pemindahan Masjid

- Kamis, 08 Januari 2026 | 13:30 WIB
Mobil Pengacara Dibakar, Diduga Terkait Penolakan Pemindahan Masjid

Dini hari yang sunyi di Komplek MMTC, Pasar V, tiba-tiba berubah mencekam. Sebuah mobil terbakar hebat, menghanguskan ketenangan Kamis (8/1) itu. Mobil itu milik Indra Surya Nasution, seorang pengacara berusia 46 tahun. Menurut keterangannya, aksi pembakaran ini dilakukan oleh dua orang yang belum dikenal.

Indra sedang berada di kafe miliknya saat kejadian. Dari jarak sepuluh meter, ia melihat kobaran api mulai melahap mobilnya. Dua sosok asing terlihat di sekitar mobil. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengejar.

"Saya lihat mobil saya terbakar, sekitar jam dua pagi. Saya kejar, tapi rupanya ada dua pelaku yang tidak saya kenal," ujar Indra saat ditemui di tempat usahanya.

Kedua orang itu, mengenakan masker, langsung kabur. Mereka melarikan diri menggunakan motor Honda BeAT warna biru-putih.

"Pakai masker. Kita kejar, dia lari," katanya singkat.

Dari penuturannya, modus pelaku cukup nekat. Mereka menggunakan jaket yang sudah dibaluri bensin sebagai alat pembakar, difokuskan di bagian ban belakang mobil. Rupanya, rencananya matang. "Bensin dan botolnya ada di dalam jaket. Tapi di bawah mobil juga sudah disiram bensin lebih dulu," imbuh Indra, menggambarkan kesigapan pelaku.

Ia sudah melaporkan kejadian ini ke polisi. Laporan dengan nomor STTLP/B/107/I/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA itu diharapkannya bisa segera ditindaklanjuti. "Saya berharap, khususnya pihak kepolisian, bisa mengungkap kasus pembakaran mobil saya ini," harapnya.

Kaitan dengan Masjid

Nah, di sisi lain, Indra punya dugaan kuat terkait motif di balik aksi ini. Ia menduga hal ini berkaitan dengan penolakannya terhadap rencana pemindahan sebuah masjid di sekitar rumahnya. Masjid itu, katanya, punya sertifikat wakaf yang sah.


Halaman:

Komentar