Gede Arta menjelaskan kenapa situasi di Gopala terlihat lebih ekstrem. Rupanya, posisi jalan itu memang paling rendah di area sekitarnya. Jadi, air yang mengalir dari Jalan Siligita semuanya mengarah ke sana, dan drainase lokal kewalahan.
"Kalau genangan dia tidak mengalir ya, ini dia mengalir hanya saja lambat karena debit air tinggi. Itu jalannya kan rendah, (genangan) air itu (berasal) dari luncuran Jalan Siligita. Saya baru dari sana air sudah kering karena hujan juga sudah reda,"
kata dia.
Dari catatan Polresta Denpasar, titik-titik rawan genangan selain Gopala dan Bypass Ngurah Rai adalah sekitar Simpang Siligita, depan Hotel Santika, serta Jalan Trompong. Semuanya ada di Kecamatan Kuta Selatan.
Menyikapi hal ini, kepolisian pun turun tangan. Kapolsek Kuta Selatan, I Komang Agus Dharmayana, mengatakan mereka telah mengerahkan personel untuk mengatur lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan parah.
"Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, genangan air masih terpantau di beberapa titik namun berangsur surut seiring meredanya curah hujan. Situasi arus lalu lintas terpantau lancar, dengan kondisi cuaca mendung tebal disertai hujan gerimis,"
tutupnya. Meski cuaca masih kelabu, setidaknya kondisi lalu lintas mulai kembali normal.
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan