Larangan Israel terhadap organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Gaza kembali menuai kecaman keras. Kali ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang secara terbuka menyatakan sikapnya. Bagi mereka, langkah Israel ini bukan sekadar soal keamanan, melainkan sebuah strategi yang disengaja. Intinya, untuk memperpanjang penderitaan warga Gaza.
“Tindakan ini tidak hanya mencerminkan pengabaian total terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, dalam keterangannya di hari Sabtu (3/1).
“Ini menunjukkan bahwa Israel secara sadar dan terencana menjadikan penderitaan rakyat sipil sebagai instrumen kebijakan politik dan militer,” lanjutnya.
Alasan keamanan yang kerap dikemukakan Israel, menurut MUI, sama sekali tidak punya legitimasi. Baik secara moral maupun hukum. Justru, alasan itu dianggap sebagai kedok untuk menutupi kejahatan yang lebih sistemik. Situasinya sudah sangat jauh dari sekadar konflik bersenjata biasa.
“Agresi Israel di Gaza telah melampaui batas,” ujar Sudarnoto.
“Ini mengarah pada kejahatan kemanusiaan serius, bahkan genosida.”
Artikel Terkait
Prabowo Salah Ucap Tahun Baru, Versi Dirapi Justru Bikin Publik Tertawa
Presiden Prabowo Kepleset Ucapkan Selamat Tahun Baru 2021, Rekaman Langsung Lantas Diedit
Pemanasan 20 Menit: Kunci Hindari Cedera di Tengah Demam Padel
Mimpi yang Terkubur: Stigma Cukup SMA dan Masa Depan yang Terhambat