"Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi," kata Syafrin saat ditemui di lokasi yang sama.
Dia menegaskan, penutupan jalan total sama sekali tidak akan dilakukan. Strategi ini diharapkan bisa menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan yang selalu padat itu.
Wajah Baru untuk Rasuna Said
Yang menarik, pembongkaran ini bukan sekadar menghilangkan besi tua. Menurut Heru, ini adalah awal dari penataan ulang total untuk Jalan Rasuna Said sisi timur. Tujuannya, agar tampilannya seragam dan rapi seperti sisi barat yang sudah lebih dulu tertata.
"Rasuna Said sisi barat kan sudah selesai tuh, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel," ucap Heru.
Rencananya, pemisah jalur cepat dan lambat yang ada sekarang akan dihilangkan. Badan jalan dan trotoar akan diperbaiki. Intinya, bekas jalur monorel yang tak terpakai itu akan diubah menjadi ruas jalan yang lebih efisien.
Dari segi biaya, semua pekerjaan ini digabung dalam satu paket proyek. Anggaran untuk membongkar 98 tiang sekaligus menata ulang jalan dan trotoar sepanjang 3,5 kilometer itu sekitar Rp 100 miliar. Dananya murni dari APBD DKI Jakarta.
"Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 [Miliar]," pungkas Heru.
Artikel Terkait
Kardinal Suharyo Buka Perayaan Natal DKI dengan Cerita Gembala dan Dua Hewan
Surat Terbuka untuk Gus Yaqut: Saatnya Kembali ke Jalan Islam
KPK Tetapkan Menag Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji
600 Huntara Resmi Diberikan kepada Korban Bencana Aceh Tamiang, Ini Fasilitasnya