Listrik masih jadi barang mewah bagi ribuan desa di Indonesia. Fakta itulah yang mendorong Presiden Prabowo Subianto mendesak jajarannya untuk mempercepat program elektrifikasi. Targetnya jelas: 5.700 desa yang hingga kini gelap gulita harus segera mendapat penerangan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa persoalan ini menjadi perhatian serius sang Presiden. Menurutnya, Prabowo punya keprihatinan mendalam melihat masih ada wilayah yang tertinggal dari akses energi paling dasar.
"Kemudian juga beliau melaporkan mengenai yang salah satu concern Bapak Presiden adalah berkenaan dengan masih adanya 5.700 desa yang sampai hari ini belum teraliri listrik,"
ujar Prasetyo usai mengikuti Retret di Hambalang, Jawa Barat, Selasa lalu.
Sayangnya, progresnya masih lambat. Sepanjang tahun 2025, baru sekitar 1.400 desa yang berhasil disambungkan. Angka itu jelas belum memuaskan. Makanya, Prabowo mendorong agar langkahnya dipercepat. Desa-desa yang tersisa harus segera mendapat aliran listrik.
"Oleh karena itu Bapak Presiden sebagaimana tadi juga sudah kami sampaikan beliau meminta percepatan supaya 5.700 desa ini dapat semua sudah teraliri listrik,"
tegas Prasetyo.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah bicara soal target jangka panjang. Dia mencanangkan seluruh desa di Indonesia bakal teraliri listrik paling lambat pada 2030. Tapi, arahan terbaru dari Presiden mungkin bisa memangkas waktu itu.
"Yang berikut kami juga laporkan bahwa kami sekarang lagi fokus untuk bagaimana bisa melayani desa-desa, dusun-dusun yang belum ada listrik. Tahun ini atas perintah Bapak Presiden, kita mampu membangun jaringan di seribu seratus lebih desa,"
kata Bahlil dalam sebuah kesempatan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/10).
Untuk tahun depan, rencananya Kementerian ESDM akan menambah 1.000 hingga 2.000 desa lagi yang mendapat listrik. Bahlil mengaku telah mendapat arahan langsung dari Prabowo. Intinya, seluruh desa di Tanah Air harus sudah menikmati listrik dalam periode 2029-2030. Tampaknya, kerja cepat benar-benar dibutuhkan untuk mewujudkan hal itu.
Artikel Terkait
Indonesia-AS Sepakati 1.819 Produk Bebas Tarif, Dinamika Berubah Pasca Putusan MA AS
Astra Agro Lestari (AALI) Catat Laba Bersih Rp1,47 Triliun di 2025, Tumbuh 28%
Trump Naikkan Tarif Global AS Jadi 15% Usai Putusan MA
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India