Munculnya kabar soal "super flu" belakangan ini memang bikin was-was. Tapi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta kita semua untuk tenang. Menurutnya, kunci utamanya ada pada daya tahan tubuh kita sendiri.
“Yang penting apa? Ya itu tadi," ujar Budi dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu lalu.
“Kalau sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraganya cukup, insya Allah kalau ada virus masuk, dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh,” lanjutnya dengan nada meyakinkan.
Intinya, dengan pola hidup sehat, penyakit ini bisa diatasi layaknya flu biasa. Poin ini dia tekankan berulang kali.
Nah, soal istilah "super flu" itu sendiri, Budi punya penjelasan. Ini bukan virus baru yang muncul tiba-tiba. Bukan seperti COVID-19 di awal kemunculannya. Menurut dia, yang terjadi sebenarnya adalah varian dari virus influenza yang sudah dikenal lama di dunia medis.
“Sedangkan untuk yang super flu, ya sebenarnya ini flu influenza, bahasa benarnya ya, bahasa scientific-nya, influenza tipe A,” jelasnya.
Lebih rinci, Budi menyebut virus penyebabnya adalah H3N2. Virus ini sudah beredar puluhan tahun, cuma belakangan muncul varian barunya.
“Jadi ini sebenarnya virus H3N2. Populernya influenza A. Sudah lama adanya,” tuturnya.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Tello Baru Terparah
Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Sukabumi, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Rp 38.000 per Gram
Menkeu Tegaskan Dana LPDP dari Pajak dan Utang, Ancam Pencabutan bagi yang Hina Negara