Kecelakaan Maut di Tol Ungaran Diduga Akibat Sopir Kelelahan, Satu Guru Tewas

- Rabu, 07 Januari 2026 | 15:24 WIB
Kecelakaan Maut di Tol Ungaran Diduga Akibat Sopir Kelelahan, Satu Guru Tewas

Kecelakaan maut di Tol Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Selasa pagi lalu, diduga kuat dipicu oleh sopir yang mengantuk. Rombongan guru dari Jakarta itu sedang dalam perjalanan menuju Bawen dari Kota Semarang ketika mobil Toyota Hiace yang mereka tumpangi menabrak truk kontainer dari belakang.

Kejadiannya sekitar pukul 05.20 WIB, di kilometer 426.400 jalur A. Menurut sejumlah saksi, Hiace itu melaju sebelum tiba-tiba menabrak truk crane yang ada di depannya. Dugaan sementara, pengemudinya kehilangan konsentrasi.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, membenarkan hal itu.

"Indikasi awal sopir minibus diduga mengantuk," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (6/1).

Sopir bernama Totot Andriyanto (56) sendiri masih terbaring di rumah sakit. Kondisinya cukup serius.

"Masih dalam perawatan di rumah sakit. Luka cukup parah," jelas Lingga.

Namun begitu, pihak kepolisian belum mau buru-buru menyimpulkan. Mereka masih menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi yang lebih mendalam. Kronologi lengkapnya masih digali.

"Nanti saya update ya menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP," kata Lingga menambahkan.

Insiden tragis ini merenggut nyawa seorang kepala sekolah. Dia adalah Terodius Heru Sucahya (57), warga Jakarta Utara, yang mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di tempat.

Nasib lebih baik dialami enam penumpang lain, meski mereka juga menderita luka-luka. Saat ini, semua korban sudah mendapat penanganan medis. Mereka adalah Ignasius Suharno (45) dengan luka sobek di kepala belakang; Antonius Yuwono Trisunu (42) yang mengeluh nyeri dada kiri; lalu Brigita Putri Milo Deru (36) dengan luka sobek di mulut dan hidung berdarah.

Kemudian Silva Ditya (46) mengalami nyeri di tangan kiri dan luka di pipi; Sundari (56) juga merasakan nyeri yang sama di tangan kirinya; serta Imanuel Kotan (35) yang mengeluhkan nyeri pada bagian dada.

Rombongan guru itu sendiri diketahui berasal dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Mereka sedang dalam sebuah perjalanan dinas ketika musibah di tol itu menghentikan segalanya secara tiba-tiba.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar