Pujian dan ‘Teguran’ untuk Para Menteri
Prabowo memuji inisiatif dan keberanian para menteri dalam mengambil keputusan. “Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif, dengan penuh pemahaman, keberanian. Karena saudara-saudara, mengambil keputusan, mengambil inisiatif itu membutuhkan keberanian,” ucapnya.
Namun di sisi lain, ada juga ‘teguran’. Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi yang ditemui usai acara, teguran itu lebih pada semangat untuk mendorong kerja lebih cepat lagi. Bukan memarahi.
“Teguran dalam artian melecut semangat, iya. Karena Bapak Presiden memang benar-benar menghendaki kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi, terutama di beberapa bidang yang bersifat penciptaan lapangan pekerjaan dan padat karya,” jelas Prasetyo.
Beberapa program yang disebut perlu dipacu antara lain pembangunan kampung nelayan dan pembuatan kapal tangkap ikan. Program padat karya ini dinilai punya dampak ganda: buka lapangan kerja sekaligus tingkatkan produksi protein untuk masyarakat.
Pesan Terakhir: Siap Dihantam
Di penghujung arahan, Prabowo mengingatkan semua pihak untuk siap menghadapi kritik dan fitnah. Baginya, itu adalah konsekuensi dari menjalankan pemerintahan.
“Jadi kita harus siap kalau kita dihantam, difitnah, kita diejek kita terima itu sebagai kebanggaan. Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan dan membela kebenaran,” tegasnya.
“Kita pasti dimaki, kita pasti difitnah karena banyak kekuatan, tidak hanya di negara kita, banyak kekuatan memang berada di pihak yang seneng di alam penuh korupsi, penuh penyelewengan, penuh penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil,” tambah Prabowo.
Pesan itu jelas: jangan ragu. Selama niat dan langkahnya benar, maju terus.
Artikel Terkait
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta